Terdampak Banjir, Warga Pesona Serpong Alami Kerugian Hingga Miliaran 

METROTANGSEL.COM, Serpong  – 20 hari pasca musibah banjir yang menerjang hampir seluruh wilayah Jabodetabek pada 1 Januari 2020 lalu, masih menyisahkan pekerjaan rumah bagi para korbannya.

Seperti nampak di perumahan Pesona Serpong, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Kawasan perumahan yang ada di bantaran kali Cisadane ini, merupakan lokasi banjir terparah di Tangsel.

Jika dikalkulasikan, kerugian materil dari musibah banjir di perumahan Pesona Serpong, juga diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Sedikitnya, 250 rumah warga perumahan tersebut terendam, saat kejadian banjir hebat pada awal januari 2020 ini.

Seorang warga Pesona Serpong Yoga mengatakan, pasca banjir hebat yang menerjang kawasan perumahannya itu, hampir seluruh barang elektronik, perabot rumah tangga dan kendaraannya tak lagi bisa digunakan.

“Paling parah kemarin, kalau dihitung-hitung kerugian sampai 20 juta-an. TV rusak, Kulkas, Lemari, baju pada hanyut, pintu rumah jebol, Setrika, Mesin Cuci, belum Sopa, banyak lah pokoknya,” ungkap Yoga, Selasa (21/1/2020).

Yoga menyebut, kawasan perumahan yang dia huni sejak tahun 1990 itu, merupakan kawasan langganan banjir. Terlebih saat ini, Kota Tangsel sudah semakin disesaki penduduk, sehingga lahan kosong yang sebelumnya berfungsi sebagai kantung-kantung air kini menjadi kawasan permukiman padat penduduk.

Semenjak banjir pertama sampai dengan hari ini warga perumahan Pesona Serpong belum pernah mendapatkan ganti rugi baik itu dari pengembang maupun dari pemerintah setempat.

“Sebagai warga Tangsel, kami sangat berharap agar pemerintah setempat memberikan kebijakan ganti rugi kepada semua kerusakan akibat terdampak banjir. Dan kalau memang ada rencana pemerintah untuk pembenahan kali ataupun relokasi, kami sebagai warga berharap agar segera mugkin direalisasikan oleh pemerintah karena mengingat lokasi rumah yang menjadi langganan bencana banjir ini,” tandasnya.

Dia dan ratusan warga lainnya juga sangat mengharapkan keseriusan Pemerintah, dalam menanggulangi masalah banjir yang kerap melanda kawasan permukimannya.

“Harapan kita ada penanganan serius Pemerintah terhadap masalah rutin kami, kalau kami tidak mungkin direlokasi setidaknya, ada upaya serius agar air kali Cisadane yang meluap tidak sampai merendam rumah kami,” ucap Diah warga lainnya.

Diah, yang juga pengusaha perias busana pengantin mengaku juga mengalami kerugian cukup besar akibat banjir kemarin.

“Semuanya habis, tv, printer, usaha pakaian pengantin pada hanyut, kulkas dua pintu rusak, laptop kerendem dua, Lemari rusak, kalau dihitung kerugiannya ada lah kisaran 25 juta sampai 30 juta-an mah,” katanya

Sebelumnya, ratusan rumah di Perumahan Pesona Serpong terendam banjir hingga setinggi empat meter akibat luapan sungai Cisadane.

Pantauan awak media di lokasi, sampai dengan saat ini semua warga perumahan Pesona Serpong masih sibuk membersihkan rumahnya masing-masing.

Para warga masih disibukkan dengan membersihkan sejumlah barang rumag tangga yang dianggap masih bisa mereka gunakan kembali.

“Dibersih-bersihkan dulu, siapa tahu masih bisa dimanfaatkan. Sayang juga tidak ada lagi,” tambahnya.(jun/sam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here