Ternyata Dewas TVRI Tak Kompak Saat Pecat Helmy Yahya

METROTANGSEL.COM, Jakarta – Wacana pembentukan Panja LPP TVRI mendapat penolakan dari sejumlah politikus Golkar. Anggota Komisi I DPR Bobi Rizaldi membantah komisi I berniat meneruskan pembentukan Panja TVRI.

Menurut dia, kemelut antara Dewan Pengawas dan Dewan Direksi TVRI hanya soal perbedaan pandangan diantara Dewas saja. Terutama terhadap penilaian kinerja Eks Dirut TVRI Helmy Yahya.

“Oooh bukan (Bukan Panja ataupun Pansus). Kami di komisi I setelah bertemu dengan Dewas menemukan bahwa di antara dewas ada perbedaan penyajian data sehingga ada perbedaan penilaian terhadap kinerja Dirut,” kata Bobi, Kamis (23/1/2020).

Hasil sharing dengan Dewas itu justru membuka fakta lain. Dewas TVRI tidak kompak memberi penilaian negatif terhadap kinerja Helmy Yahya sebagai Dirut TVRI.

Supra Wimbarti, salah satu Dewas TVRI justru mematahkan argumentasi anggota Dewas lainnya dengan data dan fakta-fakta. “Melihat fakta kemarin, semua argumen 4 dewas kemarin patah dengan yang disampaikan bu Supra Wimbarti,” ungkapnya

Karena itu, Komisi I justru berencana memanggil Direksi TVRI yang tersisa bersama dengan Eks Dirut Helmy Yahya. Pemanggilan itu bertujuan untuk mengkonfirmasi data-data yang dilaporkan Dewas terhadap komisi I.

“Komisi I akan memanggil Direksi dan mungkin bersama bekas dirut Helmy Yahya, untuk mengkonfirmasi data-data yang disampaikan Dewas. Kemudian, bila dirasa ada perbedaan penyajian data informasi, mungkin akan dilanjutkan dengan rekomendasi kepada BPK untuk melakukan PDTT (pemeriksaan dengan Tujuan tertentu),” katanya.

Pelibatan lembaga pemeriksa keuangan (BPK) itu bertujuan untuk memperoleh informasi yang wajar dan bisa dijadikan landasan sikap politik komisi I kepada Dewas. “Tidak perlu Panja, karena tidak terlalu rumit poin-poinnya. Ini hanya masalah memastikan objektifitas keputusan Dewas. Bukan karena subjektifitas atau hal lain,” katanya.(sam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here