Bahaya, Temuan Radiasi Nuklir di Tangsel Bisa Picu Penyakit Kanker  

METROTANGSEL.COM, Serpong – Ujung dari kemelut radiasi nuklir di area perumahan Batan Indah, Serpong, Kota Tangerang Selatan adalah akan adanya penyelidikan serius. Bapeten berjanji bakal mengungkap temuan itu hingga tuntas. Penyelidikan serius itu bakal dilakukan setelah sterilisasi area selesai dilakukan.

Saat ini, tim ahli dari Bapeten terus menggali gundukan tanah lokasi temuan awal radiasi. Sudah 52 drum tanah ukuran 1000 liter berhasil diamankan. Jumlah itu kemungkinan akan bertambah. Sebab, penggalian masih terus dilakukan. Tujuannya untuk mengungkap luasan area radiasi.

Yang mengkhawatirkan justru efek radiasi itu. Bapeten memang belum menyelidiki sebab musabab adanya radiasi. Termasuk juga sudah berapa lama radiasi itu mencemari lingkungan tersebut. Tetapi, efek radiasi itu sangat berbahaya. Bagi kesehatan orang yang terpapar radiasi nuklir.

“Efek jangka panjang itu dampak yang paling terkenal itu dia (radiasi) itu penyebab kanker,” kata Kepala Biro Hukum, Kerjasama dan Komunikasi Publik Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) Indra Gunawan, Minggu pagi (16/2/2020).

Celakanya, radiasi itu pelan-pelan merusak sistem imunitas tubuh dan menyebabkan munculnya kanker. Seorang yang terpapar radiasi tidak bakal merasakan masuknya radiasi itu ke dalam tubuh hingga memunculkan kanker.

“Masalahnya dia (radiasi) itu tidak berbau, tidak berasa, tidak berbentuk. Pelan-pelan masuknya dan merusaknya,” ujarnya.

Beruntung, ada temuan itu. Sebab, luasan radiasi bisa diminimalkan. Temuan itupun harus menggunakan teknologi pendeteksi. Tanpa teknologi pelacak radiasi itu, racun berbahaya yang cemari lingkungan perumahan Bapeten itu tidak mungkin terdeteksi. “Itu uniknya radiasi yang membuat kita harus waspada,” katanya.

Terkait dugaan adanya pencuri radio isotop seperti yang disampaikan eks Menteri BUMN Dahlan Iskan, dia belum bisa memastikan. Tetapi, Bapeten akan mengungkap sebab terjadinya radiasi itu.

“Apakah itu pencurian, kelalaian, atau ada yang sengaja buang kesitu, kita masih olah TKP. Masih panjang prosesnya untuk sampai kesimpulan itu. Yang paling prioritas itu bagaimana warga disekitar itu aman, selamat. Itu dulu,” katanya.(sam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here