BATAN – Bapeten Lakukan Clean Up Lanjutan, Warga Akan Jalani Pemeriksaan

Petugas dari BATAN-Bapeten melakukan clean up areal yang diduga terpapar radiasi nuklir, Minggu, (16/2/2020).

METROTANGSEL.COM, Serpong – Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) bersama Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN), Minggu (16/02) melanjutkan tindakan clean up lanjutan di area yang terpapar radiasi di Perumahan BATAN Indah, Serpong, Tangerang Selatan. Jumlah personil yang terlibat dalam clean up sebanyak 28 orang yang terbagi menjadi 4 kelompok.

Mekanisme pelaksanaan cleaning akan dilakukan secara bergantian tiap kelompok. Masing-masing kelompok hanya diperkenankan bekerja 1 jam, kemudian bergantian dengan kelompok lainnya.

Pergantian kelompok dalam melakukan clean up ini bertujuan untuk membatasi jumlah dosis radiasi yang diterima oleh pekerja supaya tidak melebih batas yang ditentukan. Hal ini untuk menjaga keselamatan para pekerja.

Dari hasil clean up terbaru ini, setelah kelompok pertama dan dua melaksanakan pekerjaan selama 1 jam, digantikan oleh kelompok tiga. Dari pekerjaan ini didapatkan 27 drum yang berisi tanah yang diindikasikan terpapar.

Setelah selesai melakukan pekerjaan, dilakukan pemantauan dosis pekerja terhadap kelompok pertama. Dari pengukuran tersebut didapatkan dosis yang diterima pekerja antara 2 sampai 10 mikrosievert. Ini artinya masih aman dari batas yang ditentukan untuk dosis pekerja radiasi yakni 80 mikrosievert.

Sementara itu, Kepala Bagian Komunikasi Publik dan Protokol Bapeten Abdul Qohhar mengatakan bahwa, Senin (17/2/2020), rencananya warga komplek Batan Indah yang berada di sekitar area paparan akan menjalani pengecekan yang dinamakan whole body check (WBC), secara sampling. Kemungkinan sampling yang diambil berasal dari warga yang berada paling dekat dengan area terpapar.

“Rencananya besok (Senin), yang sudah disampaikan oleh pimpinan juga, dari warga ini akan di-sampling untuk melakukan tes yang namanya WBC,” ujar Abdul Qohhar, ditemui di lokasi, Minggu, (16/2/2020).

Dikatakan Abdul Qohhar, Pengecekan ini dilakukan guna mencari tahu apakah ada masyarakat yang terpapar radioaktif atau tidak. Pemeriksaan WBC nantinya akan dilaksanakan oleh petugas Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan).

Abdul juga menjelaskan bahwa WBC dilakukan agar zat radioaktif yang masuk ke tubuh seseorang dapat terlihat apakah masih dalam batas aman atau sudah melewatinya. “Kalau di bawah batas, itu oke berarti ya. Kalau melebihi batas, ini harus ada treatment lagi,” katanya.(sam)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here