Kualitas Udara di Tangsel Dinilai Paling Buruk, DLH: Kami Mau Tahu Cara Surveinya Gimana Itu?  

Kepala DLH Tangsel Toto Sudarto (kanan depan).

MERTOTANGSEL.COM, Serpong – Beberapa kota di Indonesia masuk dalam daftar kota dengan kualitas udara terburuk di dunia yang dirilis IQAir. Bahkan, 5 kota di Indonesia menjadi kota dengan kualitas udara paling buruk di Asia Tenggara.

Dalam daftar negara paling berpolusi (PM2.5) di dunia pada 2019 tersebut, Indonesia menduduki ranking 6 dengan rata-rata PM2,5 sebesar 51,7. Sebanyak 5 kota di Indonesia mengisi lima besar kota dengan udara terkotor di Asia Tenggara.

Tangerang Selatan (Tangsel) menjadi kota dengan kualitas udara paling buruk di Asia Tenggara. Rata-rata PM2.5 di Tangsel pada 2019 sebesar 81,3 µg/m³. Tangsel menempati posisi 24 daftar kota dengan kualitas udara terburuk di dunia.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tangsel Toto Sudarto mengaku meragukan hasil uji kualitas udara yang dirilis IQAir. Lantaran menurutnya, kualitas udara di wilayahnya masih berada di ambang batas wajar.

“Saya mau tahu cara dia mensurvei kualitas udara seperti apa. Karena kami juga punya konsultan yang sama yang independen. Kami (Tangsel,red) masih di ambang batas udara baik,” ujar Toto, kemarin.

Tak hanya itu, Toto juga menanyakan kira-kira IQAir menggunakan alat apa saat menguji kualitas udara. Sebab, jika pengukuran udara secara menyeluruh, itu bisa dilakukan selama satu bulan, dan berdasarkan pengecekan udara oleh DLH pada November 2019, kualitas udara Tangsel masih baik.

“Kalau sesaat bisa-bisa saja dia ngecek udaranya tinggi. Kalau berkelanjutan kan satu bulan, saya tidak memungkiri info dari luar, kami juga perlu ada rasa keadilan karena informasi di media dibaca banyak orang. Kami juga punya asumsi lain apa yang kami coba,” ucapnya.

Selain itu, Toto juga mengaku telah mencoba menghubungi IQAir terkait rilis tersebut. Pihaknya juga mengundang secara terbuka untuk menguji data soal polusi udara. Survei oleh IQAir ini juga pernah dilakukan pada 2018 terhadap kotanya.

“Kami pengin tahu siapa yang bisa menentukan Tangsel juara satu. Kami ingin undang ke sini, pengin tahu betul apa yang disurvei mereka,” ungkapnya.

Berikut 10 besar kota dengan polusi udara terburuk di Asia Tenggara:

  1. Tangerang Selatan, Indonesia: Rata-rata PM2.5 sebesar 81,3 µg/m³.
  2. Bekasi, Indonesia: Rata-rata PM2.5 sebesar 62,6 µg/m³
  3. Pekanbaru, Indonesia: Rata-rata PM2.5 sebesar 52,8 µg/m³
  4. Pontianak, Indonesia: Rata-rata PM2.5 sebesar 49,7 µg/m³
  5. Jakarta, Indonesia: Rata-rata PM2.5 sebesar 49,4 µg/m³
  6. Hanoi, Vietnam: Rata-rata PM2.5 sebesar 46,9 µg/m³
  7. Talawi, Indonesia: Rata-rata PM2.5 sebesar 42,7 µg/m³
  8. Nakhon Ratchasima, Thailand: Rata-rata PM2.5 sebesar 42,2 µg/m³
  9. Saraphi, Thailand: Rata-rata PM2.5 sebesar 41,3 µg/m³
  10. Surabaya, Indonesia: Rata-rata PM2.5 sebesar 40,6 µg/m³.(sam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here