Direktur LKD-PM: Tangsel Butuh Pemimpin Visioner & Paham Manajemen Pemerintahan

Direktur Lembaga Kajian Demokrasi dan Pemberdayaan Masyarakat (LKD-PM), Syam Batubara.

METROTANGSEL.COM, Pamulang – Geliat Pilkada di berbagai daerah yang saat ini semakin terasa aromanya membuat persaingan antara kandidat calon semakin memanas dan menguat. Termasuk Pilkada Kota Tangerang Selatan yang juga sebentar lagi akan dihelat. Hal itu tampak dari berbagai alat peraga yang dipasang di sepanjang jalan, termasuk di sudut-sudut gang dan perkampungan.

Mengamati maraknya kompetisi antar calon yang ada di Tangsel, Syam Batubara, Direktur Lembaga Kajian Demokrasi dan Pemberdayaan Masyarakat (LKD-PM), mengatakan, ke depan Tangsel perlu dipimpin oleh seorang pemimpin yang visioner dan memahami tentang manajemen pemerintahan.

Apa itu pemimpin visioner ? Menurut Syam Batubara, seorang pemimpin yang visioner adalah pemimpin yang mampu menciptakan dan menjadikan sebuah organisasi menjadi lebih maju dan berkembang di masa yang akan datang. Dalam hal ini tentunya perkembangan dan kemajuan Kota Tangsel.

“Pemimpin tidak hanya bermimpi untuk masa depan, namun mereka harus dibarengi dengan suatu tindakan strategis, yaitu suatu kemampuan untuk mengantisipasi dan menciptakan visi masa depan, mempertahankan fleksibiltas, dan bekerja dengan orang lain untuk memulai suatu perubahan yang akan menciptakan suatu keunggulan bersaing bagi organisasi di masa mendatang,” katanya.

Lebih lanjut dikemukakan oleh Syam Batubara, “Mari kita lihat kondisi Tangsel dewasa ini dalam kaitannya dengan apa yang menjadi filosofi kepemimpinan yang visioner. Sudahkah kota ini punya visi yang merencanakan masa depan ideal yang kredibel bagi seluruh warganya? Tangsel sesungguhnya mau jadi kota apa? Sehingga menjadi jelas apa yang menjadi tujuan dibentuknya kota ini,” tandasnya.

Dalam kaitannya dengan manajemen pemerintahan, Dosen Manajemen Universitas Pamulang ini menandaskan, seorang pemimpin harus tahu dan paham mengelola pemerintahan dan paham menempatkan para personilnya guna mampu mencapai visi Tangsel. Sebut saja, dalam penempatan seorang kepala dinas. Seperti diketahui kepala dinas di tingkat kabupaten/kota adalah setingkat dengan pejabat eselon dua. Kalau di pusat, pejabat eselon dua merupakan direktur, yaitu pejabat teknis.

“Berarti kepala dinas adalah pejabat teknis, bukan pejabat politis yang akan mengambil kebijakan strategis di daerah. Pengambil kebijakan strategis tentunya walikota atau pun wakil walikota. Seorang kepala dinas harus paham tentang dinas yang dipimpinnya secara teknis. Kalau seorang kepala dinas tidak memiliki background baik pendidikan atau pengalaman menyangkut organisasi yang dipimpinnya, lantas bagaimana dia akan mampu me-manage dinas yang dipimpinnya untuk mewujudkan visi dan misi Tangsel. Saya kira kita bisa lihat kasus yang ada di Tangsel,” tegasnya.

Oleh karena itu dalam Pilkada Tangsel yang akan dihelat tidak lama lagi, masyarakat perlu memahami rekam jejak calon walikota dan wakil walikota yang akan dipilihnya. “Jangan lagi tergiur oleh janji-janji yang tidak rasional. Tangsel ke depan adalah kota yang betul-betul smart dan memiliki visi dan arah yang jelas,” imbuhnya.(sam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here