Sembilan Ruko Amblas Masuk Aliran Sungai Akibat Jembatan Jompo Jember Ambrol

Foto udara kondisi sembilan ruko yang amblas di Jalan Raya Sultan Agung, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates, Jember, Jawa Timur, Senin (2/3). FOTO: BPBD Jember

METROTANGSEL.COM, Jember – Jembatan Jompo yang terletak di Jalan Sultan Agung, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, ambrol akibat longsor pada Senin (2/3/2020) sekitar pukul 04.00 WIB. Sebanyak sembilan ruko ambles masuk ke dalam sungai. Sedangkan tujuh ruko sisanya berpotensi ambles karena badan bangunan yang sudah retak.

Anasrul, salah satu warga, mengatakan, jalan itu ambrol sekitar pukul 04.15 WIB, setelah sehari kemarin hujan deras mengguyur Jember. “Ada tujuh ruko yang ambruk. Tidak ada korban jiwa setahu saya,” katanya dikutip dari beritajatim.com.

Anasrul menyesalkan tidak adanya perbaikan segera jalan tersebut, walau sudah ada tanda-tanda keretakan. April 2019, pemerintah memasang penutup dari plastik di atas rangka bambu sepanjang 73 meter. Sepanjang dua sisi titik retakan dipasang batu bata yang disemen.

Saat ini, jalan yang ambrol tersebut menjadi tontonan warga yang berlalu lalang. Jalan Sultan Agung adalah jalan protokol di Jember. Setiap kendaraan dari arah Surabaya akan selalu melewatinya jika hendak menuju alun-alun atau pusat kota.

Heru Widagdo Kabid Kedaruratan BPBD Jember mengatakan, jembatan Jompo sudah terlihat miring sejak tahun lalu. Lalu pada Minggu (1/3/2020) kemarin, hujan deras terus mengguyur kawasan tersebut sejak siang, sehingga membuat jempatan Jompo dengan luasan 43 meter dan lebar 10 meter, ambrol.

“Ini jembatan Jompo melintang di Sungai Jompo membelah kota Jember, dekat alun-alun. Di pinggir-pinggirnya ada ruko, ada 9 ruko yang ambrol masuk sungai. Yang potensial roboh masih ada 7 ruko karena bangunannya sudah retak-retak,” kata Heru Widagdo mengutip Radio Suara Surabaya, Senin (2/3/2020) pagi.

Beruntungnya, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini karena semua ruko sudah dikosongkan. Pihaknya beserta beberapa jajaran sebelumnya sudah meminta para pemilik ruko untuk mengosongkan bangunan dan menyelamatkan barang-barang berharga.

“Memang sudah agak turun (jembatan Jompo, red). Makanya dikosongkan ruko-ruko semuanya. Sejak Januari sudah miring,” ujarnya.

Ia mengatakan, daerah tersebut memang menjadi kawasan padat kendaraan bagi kendaraan yang mengarah Surabaya atau ke kota Jember. “Memang itu jalan provinsi Jember-Banyuwangi, Jember-Surabaya juga kesitu. Jadi kendaraan-kendaraan besar yang mau ke kota lewat ini. Sekarang masih bisa dilewati tapi sebagian badan jalan, kalau dilalui aman,” paparnya.

Heru mengimbau kepada warganya untuk tidak berkerumun di sekitar lokasi karena kondisi jalan yang berpotensi adanya longsor susulan.

“Imbauannya, hati-hati kepada warga jangan terlalu dekat dengan TKP karena ada retakan-retakan lain,” tambahnya.

Selain kerusakan, peristiwa itu juga mengakibatkan jaringan pipa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) terputus, jaringan PLN dan Telkom terputus dan arus lalu lintas mengalami kemacetan di sekitar lokasi.

Saat ini tim gabungan dari Pemkab Jember, BPBD Jember, TNI, POLRI, Dinas PU Binamarga & SDA, Dinas PU Ciptakarya, PDAM, PLN, Dishub Jember, Pemerintah Kec. Kaliwates, Basarnas Pos Sar Jember, Tagana Dinsos Jember dan Warga bersama-sama melakukan pembersihan material dan puing ruko yang menutupi aliran sungai.

Selain itu upaya lanjutan untuk memperbaiki dinding penahan sungai juga dalam pengembangan tim.(sam)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here