Italia Larang Warganya Cipika-cipiki, Jabat Tangan dan Berpelukan

Operator 'Napoli Servizi' membersihkan stadion San Paolo Naples untuk mencegah bahaya penularan Coronavirus. Foto:dailymail.  

METROTANGSEL.COM, Roma – Pemerintah Italia mengumumkan menutup semua sekolah, universitas dan membatalkan seluruh pertandingan olahraga di negeri tersebut, karena khawatir dampak virus corona kian meluas. Negeri Pizza juga melarang warganya melakukan sapaan khas, cium pipi kanan-kiri (cipika-cipiki).

Selain itu, Italia juga menyiapkan langkah-langkah darurat lainnya pada Rabu (4/3/2020) waktu setempat, untuk mencoba memperlambat penyebaran virus corona. Italia menjadi salah satu negara Eropa dengan jumlah kematian dan kasus terinfeksi terbanyak setelah Iran dan Korsel.

“Jumlah total kematian di Italia naik menjadi 107 orang setelah 28 orang meninggal, karena virus corona selama 24 jam terakhir,” kata salah seorang pejabat di Badan Perlindungan Sipil mengutip dailymail, Kamis, (5/3/2020).

Sementara itu, Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte Rabu (4/3/2020) mengeluarkan edaran tentang sejumlah batasan penting di negara tersebut. Salah satunya, masyarakat harus menahan diri dari sapaan tradisional Italia untuk saling mencium pipi. Peraturan lainnya, Italia menutup bioskop dan teater, dan menginformasikan warganya untuk tidak berjabat tangan atau berpelukan serta menghindari ‘kontak fisik langsung dengan orang lain’.

“Kami fokus melakukan semua tindakan pencegahan baik secara langsung ataupun menunda penyebaran virus. Kami akan bermasalah dengan perawatan intensif jika krisis eksponensial berlanjut,” jelas PM.

Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte (kiri) dan Menteri Pendidikan Lucia Azzolina, saat memberikan keterangan pers, Rabu, (4/3/2020).

Kemudian, semua pertandingan olahraga utama, termasuk pertandingan sepak bola papan atas Serie A, dilangsungkan tanpa penonton setidaknya hingga 3 April. Big Match antara Juventus dan Inter Milan juga ditunda. Badan pengatur liga sepak bola Italia sejauh ini belum merilis jadwal revisi pertandingan Seri A selanjutnya.

Sementara itu, pihak berwenang di Roma telah mengumumkan dua wilayah ‘zona merah’ penyebaran virus yang akan berimbas kepada warga di 11 kota seperti di daerah Lombardy dan Veneto. Pemerintah Roma juga tengah mempertimbangkan perluasan zona merah ke Kota Bergamo setelah ditemukan kasus corona di kota tersebut.

Diketahui, jumlah kasus corona sejak awal munculnya wabah itu tercatat naik menjadi 3.089 dari 2.502 pada Selasa, (3/3/2020). “Dari mereka yang tertular penyakit itu, sekitar 3,5 persen meninggal,” kata Angelo Borrelli.(sam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here