Muslim India Dibakar dan Ditembak, Majelis Pakar Iran Desak Pemerintahan Modi Berhenti

METROTANGSEL.COM, Tehran – Majelis Pakar Iran mendesak pemerintah India untuk melakukan apa yang diperlukan untuk menghentikan kekerasan terhadap Muslim di negara tersebut.

“Berita malang dan gambar pahit yang dikirim dari kondisi berdarah Muslim India yang tertindas sangat menyedihkan dan menghancurkan hati setiap manusia yang mencari kebebasan,” kata Kepala Badan Majelis Pakar Ayatollah Ahmad Jannati, dalam sebuah pernyataan mengutip mehrnews.com, Jumat, (13/3/2020).

“Yang lebih menyakitkan adalah bahwa kejahatan keji ini sedang dilakukan sementara media yang mengklaim mendukung hak asasi manusia telah memboikot kekerasan yang telah diintensifkan setelah kunjungan kriminal Presiden AS ke India,” katanya sambil mengutip, ayat 34 surat an-Naml.

“Mengutuk pembunuhan orang dan menghancurkan masjid dan situs keagamaan di India, Majelis Pakar menyerukan kepada pemerintah India untuk mengakhiri masalah secepat mungkin dengan mengambil langkah-langkah yang tepat,” sambungnya.

Dalam pernyataan ini, beberapa ekstrimis yang melakukan kekerasan ini diprovokasi oleh badan intelijen pemerintah kolonial. Menurutnya, pemerintah India harus memastikan bahwa warga Muslim juga dapat hidup dan bekerja secara damai bersama dengan pengikut agama-agama lain.

Seperti diketahui, ketegangan meletus setelah New Delhi pada Desember lalu mengeluarkan undang-undang yang mempercepat kewarganegaraan bagi minoritas non-Muslim yang dianiaya dari negara-negara tetangga.

Lebih dari 51 orang tewas pekan lalu di New Delhi dalam kekerasan sektarian yang dipicu oleh undang-undang kewarganegaraan. Korban tewas ini umumnya dibakar dan ditembak. Bahkan di antara para korban, ada seorang nenek berusia 85 tahun jadi korban, setelah rumahnya dibakar kelomlok ekstremis Hindu.

Para pengamat memperingatkan bahwa hukum itu pada akhirnya bisa mengarah pada pengusiran atau penahanan umat Islam di India.(sam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here