Fahd Pahdepie Buktikan Penguasaan Gagasan di Debat Terbuka Konvensi Pilkada PSI Tangsel  

Bakal calon Walikota Tangsel, Fahd Pahdepie (berdiri) saat menyampaikan visi misi di debat terbuka konvensi Pilkada oleh PSI Tangsel.

METROTANGSEL.COM, Ciputat – Meski merupakan peserta termuda dalam konvensi penjaringan calon walikota Tangsel melalui Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Fahd Pahdepie tampil penuh percaya diri dengan penguasaan masalah yang baik.

Hal ini disampaikan oleh salah satu panelis debat, Djaka Badranaya, yang merupakan akademisi dari Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta. Menurut Djaka, dari aspek kesiapan, baik komunikasi publik maupun penguasaan materi dan kedalaman analisa, kandidat Fahd memiliki keunggulan yang mumpuni.

“Ini penting, karena salah satu prasyarat dasar bagi calon pemimpin sebuah Wilayah atau kota, memahami benar kondisi warganya, wilayahnya, masalahnya, potensinya dan mampu ke depan menggerakan semua sumber daya tersebut untuk mewujudkan tujuan berpemerintahan yaitu kesejahteraan rakyatnya,” katanya.

Dalam siaran langsung debat konvensi calon walikota tersebut, terlihat di sesi kedua Fahd mengajukan pertanyaan yang tajam kepada Azmi Abu Bakar mengenai permasalahan ormas di Tangsel serta kultur ‘shadow state’ yang cenderung koruptif dan buruk untuk iklim investasi.

Akademisi UIN Jakarta Djaka Badranaya, yang menjadi panelis dalam debat terbuka konvensi Pilkada PSI Tangsel.

Sementara itu, Fahd yang menyampaikan visi terwujudnya Tangsel maju, berbudaya dan berkeadilan melalui kreativitas, inovasi dan kolaborasi ini, menjawab dengan lugas pertanyaan Kokok Dhirgantoro mengenai strategi peningkatan pendapatan daerah. Fahd menyebut Kokok hanya melihat data namun tidak berpijak pada realita. “Pembangunan harus dikerjakan dengan berpijak pada realitas,” ujarnya.

Sayangnya, debat terbuka konvensi PSI ini tidak dihadiri seluruh kandidat. Dari 11 kandidat yang lolos pada tahapan sebelumnya, 3 kandidat terlihat tidak hadir. Mereka adalah puteri Wapres Siti Nur Azizah, aktivis ICW Ade Irawan, dan Kemal Mustofa.

Dari seluruh peserta konvensi PSI yang lolos ke tahap berikutnya, Fahd Pahdepie merupakan yang paling muda. Meski begitu, ia dianggap memiliki kapabilitas dan kemampuan menguasai persoalan. Selain mampu menggerakkan pemilih milenial di Tangsel.(rls/dre)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here