Pembersihan Areal Terpapar Radioaktif di Setu Selesai, BATAN Siapkan Remediasi

Petugas memasukan batang pohon yang sudah ditebang ke dalam drum untuk dikirim ke Pusat Tekhnologi Limbah Radioaktif Batan, Tangerang Selatan.

METROTANGSEL.COM, Setu – Upaya clean up yang dilakukan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) di lahan kosong Perumahan BATAN Indah, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan telah berakhir. Clean up tersebut dilakukan karena adanya temuan zat radioaktif berupa Cs-137 oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) pada akhir Januari 2020.

Kepala Biro Hukum, Humas, dan Kerja Sama, Heru Umbara mengatakan, setelah proses clean up selesai dan menunggu keputusan dari BAPETEN, maka akan dilanjutkan dengan remediasi terhadap lahan bekas terkontaminasi zat radioaktif.

Sebelum melakukan remediasi, proses clean up diakhiri dengan melakukan pemotongan beberapa tanaman produktif di lokasi terpapar zat radioaktif. Pemotongan tanaman produktif ini dimaksudkan untuk mengurangi dampak radiasi terhadap masyarakat.

“Beberapa tanaman produktif yang tumbuh di lahan bekas terkontaminasi dilakukan pemotongan, pemotongan secara selektif ini bertujuan untuk menghindari masyarakat sekitar yang memakan buah dari pohon tersebut,” ujar Heru.

“Tanaman yang tidak produktif yang masih tumbuh untuk sementara dibiarkan atau tidak ditebang,” tambahnya.

Melansir laman batan.go.id, untuk tanaman yang tidak dipotong utamanya yang tidak produktif diharapkan dapat mempercepat penyerapan unsur cesium yang masih tertinggal di dalam tanah, sehingga seiring dengan waktu, unsur radioaktif tersebut benar-benar bersih di lahan tersebut.

Setelah ini, akan dilakukan remediasi dengan mengganti tanah yang telah dikeruk selama ini dengan tanah yang bersih dari kontaminasi. “Nanti akan ditanami pepohonan kembali di lahan yang saat ini pohonnya ditebang agar kembali hijau seperti semula,” tambahnya.

Berikutnya, tambah Heru, pihak BATAN akan melakukan pengurukan terhadap lahan bekas terkontaminasi dan ada kemungkinan dilakukan pengecoran. Proses pengecoran ini akan dilakukan setelah pengurukan tanah di lahan bekas terkontaminasi.

Namun demikian, Heru menghimbau kepada masyarakat agar tidak menanam pohon produktif di atas lahan bekas terkontaminasi. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah mengonsumsi buah dari tanaman yang berada di lahan bekas terkontaminasi.(sam)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here