Kepala BNPB: Kebijakan ‘Social’ & ‘Physical Distancing’ Harus Libatkan Tokoh Hingga RT/RW

Kepala BNPB Doni Manardo

METROTANGSEL.COM, Jakarta – Pemerintah telah memutuskan social distancing dan physical distancing, harus bisa diterjemahkan dengan bahasa daerah melibatkan tokoh-tokoh di tingkat desa sampai ke Rukun Tetangga (RT)/Rukun Warga (RW) dengan bahasa yang mudah dipahami oleh masyarakat.

“Tentunya tentang apa itu ancaman virus ini, mulai dari bagaimana cara virus ini menular dan apa langkah-langkah yang kita lakukan agar masyarakat tidak dengan mudah terpapar,” ujar Kepala Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo, kemarin.

Doni mengatakan, ada beberapa hal terkait yang harus dilakukan. Pertama, harus disadari bahwa 90% seseorang terpapar virus ini melalui tangan.

“Tangan yang menyentuh bagian tertentu pada beberapa tempat, baik di tempat-tempat umum/fasilitas publik, dan sebagainya, kemudian tangan tersebut menyentuh mata, hidung, dan mulut,” kata Doni.

Menurut Doni, inilah yang menjadi faktor penyebab terbesar seseorang terpapar atau bahkan terinfeksi. “Oleh karenanya imbauan untuk selalu cuci tangan bukan hanya sekadar cuci tangan, tetapi juga tangan kita harus betul-betul bisa dikontrol,” sambung Doni.

Kebiasaan umumnya, Doni menyampaikan untuk selalu menyentuh mata, selalu menyentuh hidung, dan juga selalu menyentuh mulut harus bisa dihentikan sebelum mencuci tangan sampai bersih dengan sabun menggunakan air yang mengalir.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here