Iran Siap Produksi Massal Ventilator, Masker Anti Corona dan Kit Diagnostik Cepat

Pekerja terlihat memproduksi masker di organisasi pendukung Kementerian Pertahanan Iran. Foto/IRNA

METROTANGSEL.COM, Iran – Para peneliti di Universitas Shahid Beheshti, Iran sejauh ini berhasil menciptakan kit diagnostik, masker anti Corona virus, dan ventilator ringan untuk negara tersebut. Bahkan rencananya, alat medis itu akan diproduksi massal nantinnya.

“Kit diagnostik, masker anti-koronavirus, dan ventilator ringan yang dikembangkan oleh para peneliti di Universitas Shahid Beheshti akan segera diproduksi secara massal dan dipasarkan,” ungkap Babak Shokri, seorang peneliti di universitas di ibukota Teheran, Selasa, (7/4/2020) mengutip PressTv.

Dia mengatakan bahwa kit baru dapat digunakan untuk mendiagnosis penyakit dalam 20 menit, sementara kit yang tersedia di pasaran saat ini membutuhkan waktu antara satu dan beberapa jam untuk mendeteksi virus.

Shokri mengatakan bahwa kit yang baru dikembangkan telah dirancang untuk mendiagnosis tidak hanya virus corona baru tetapi juga virus lainnya, termasuk Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) dan virus flu burung.

Dia juga menjelaskan bahwa para peneliti universitas telah bekerja untuk merancang masker, yang dapat melindungi terhadap wabah bahkan diklaim bisa menumpas virus.

Mereka bekerja untuk memproduksi perangkat yang akan membuat bahan yang digunakan dalam produksi masker wajah yang tahan terhadap virus corona melalui proses fisik dan kimia tertentu.

“Masker yang saat ini digunakan hanya dapat menyaring patogen dan tidak seratus persen aman dan karenanya virus dapat menular,” katanya seraya menambahkan bahwa masker baru akan melemahkan atau benar-benar menghancurkan virus.

Dia juga mengatakan bahwa ventilator ringan (respirator buatan) sedang dirancang untuk memberikan dukungan pernapasan kepada pasien. Perangkat ini lebih sederhana, lebih ringan dan lebih murah dibandingkan dengan model ukuran penuh. Menurut dia, para ahli Iran sedang bekerja untuk merancang alat-alat ini dan berharap akan siap untuk diproduksi dalam sebulan kedepan.

Dalam keadaan saat ini, kata Shokri, universitas telah mengembangkan enam departemen penelitian ilmiah untuk membantu otoritas yang bertanggung jawab atas sektor kesehatan dalam upaya mereka untuk mengurangi wabah.(sam)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here