Subhanallah…Perawat Muslim di AS Berikrar Setia Tangani Pasien Covid-19

Perawat Muslim AS, Musab Awad (kiri). Foto/Anadolu Agency

METROTANGSEL.COM, AS – Sejumlah perawat Muslim di AS mengungkapkan ikrar setianya untuk selalu menangani setiap pasien yang ada, termasuk pasien Corona saat ini.

Menurut salah seorang perawat, Musab Awad, sesuai dengan sumpah janjinya sebagai dokter, sudah selayaknya mereka melaksanakan sumpah profesi tersebut semaksimal mungkin. “Kami bersumpah untuk merawat pasien kami sebaik mungkin dan kami akan terus melakukannya,” kata Musab Awad, mengutip kantor berita anadolu agency, Kamis, (9/4/2020).

Musab Awad adalah seorang perawat Muslim di AS negara bagian California yang kariernya dimulai dengan ujian terbesar dalam kehidupan profesionalnya. Ia harus ikut memerangi pandemi COVID-19 di tengah kekurangan pasokan medis di seluruh negeri.

HOAG Rumah Sakit Irvine tempat dia bekerja sejauh ini belum terlalu banyak pasien coronavirus dengan rasio 2: 1 pasien terhadap perawat. Meski demikian, kebijakan ketat terhadap pengunjung tetap diberlakukan di rumah sakit.

“Tidak ada sukarelawan yang diizinkan, staf yang tidak bertugas didorong untuk tidak berada di rumah sakit, dan staf didorong untuk tinggal di rumah jika mereka memiliki suhu 100 F atau menunjukkan tanda-tanda lain,” katanya kepada Agensi Anadolu.

“Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit [CDC] dan kebijakan rumah sakit, kami mengikuti tindakan pencegahan kontak, tetapi kami tahu virus dapat ditularkan melalui udara. Namun, staf dibatasi hanya boleh menggunakan satu masker saat bertugas karena kekurangan,” kata Awad.

Ketika pasien datang menunjukkan gejala seperti batuk dan demam, mereka diisolasi karena kemungkinan COVID-19 dan staf menunggu hasil tes untuk mengonfirmasi. Para medis di RS itu selalu waspada dan sebagian besar rekan Awad di rumah sakit lain melakukan kerja lembur.

“Rumah sakit kami telah membuka kesempatan kepada siapa pun yang tertarik untuk mendapatkan kerja khusus saat ini. Dan kalau ada yang mendaftar, mereka akan dipanggil kapanpun sesuai kebutuhan,” katanya.

Awad, yang baru berusia 23 tahun, mengatakan sebagian besar untuk mencegah ruang gawat daruratnya tidak terlalu penuh, orang sehat dengan gejala ringan didorong untuk tetap di rumah, beristirahat, mengelola gejala, dan melakukan panggilan ke nomor darurat untuk gejala serius seperti sesak napas.(sam)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here