Gelombang PHK Mulai Melanda Kota Tangsel, 1.582 Pekerja Kehilangan Pekerjaan

Kantor Disnaker Kota Tangsel. Foto/dok/metrotangsel.com

METROTANGSEL.COM, Serpong – Sebanyak 1.582 pekerja di Kota Tangsel dipastikan sudah terkena gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK). Sementara berdasarkan data PHRI, setidaknya ada 20 ribu orang yang menggantungkan nasibnya bekerja di sektor industri kepariwisataan, termasuk 70 persennya pekerja lepas.

Menurut Sekretaris Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang Selatan dr Yantie Sari, hingga Senin, (13/4/2020) pukul 10.18 WIB, tercatat sudah ada sebanyak 1,582 orang warga telah melapor terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). “Data tersebut sesuai by name by address (nama lengkap dan alamat),” ungkap Yantie.

Dijelaskan, pihaknya mencatat nama lengkap, alamat rumah dan perusahaan asal warga yang terkena PHK. Berdasarkan data Disnaker Tangsel jumlah di atas berasal dari 27 perusahaan.

Yantie bilang, perusahaan yang terpaksa melakukan PHK bergerak di bidang ritel, outsourcing, restoran dan lain sebagainya. Manajemen perusahaan terdampak wabah Covid-19 lantaran tak bisa membayar upah pegawainya.

“Data tersebut secara berkala kami laporkan ke provinsi dan untuk diverivikasi ulang,” paparnya.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Tangsel, Gusri Effendi mengatakan, ada sekitar 20 ribu orang yang menggantungkan nasibnya bekerja di sektor industri kepariwisataan. Sekitar 75 persen merupakan pekerja lepas.

“Di hotel dan restoran ada pegawai tetap, lepas dan paruh waktu. Saya perkiraan, kalau 20 ribu orang yang bergantung kerjanya di restoran dan hotel, 75 persen itu pegawai lepas. Sebagain besar sudah dirumahkan,” tandasnya.(sam)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here