Video…Ribuan Buruh Migran India Bentrok dengan Polisi di Stasiun Kereta Bandra

METROTANGSEL.COM, India – Perdana Menteri India, Narendra Modi memastikan memperpanjang kebijakan lockdown di negara tersebut hingga 3 Mei mendatang. Hal itu dilakukan mengingat kasus positif Corona di India sejauh ini sudah mendekati 10 ribu kasus dengan 340 kematian hingga Selasa, (14/4/2020).

Sebelum diperpanjang, India sudah menerapkan lockdown total yang dimulai pada tengah malam 25 Maret lalu, dan dijadwalkan berakhir pada tengah malam Selasa, (14/4/2020). Sejak saat itu, 1,3 miliar warga harus berdiam diri di rumah.

Namun, imbas keputusan lockdown diperpanjang tersebut, membuat ribuan buruh migran frustasi dan mereka harus bentrok dengan polisi di Stasiun Kereta Bandra, Mumbai, saat mereka berusaha meninggalkan India. Mereka sebenarnya berharap lockdown resmi berakhir dan tidak diperpanjang. Dan kalaupun diperpanjang, mereka minta dipulangkan ke desa asal masing-masing.

Protes meletus Selasa sore ketika ribuan pekerja migran berkumpul, di luar stasiun kereta api Bandra di Mumbai. Para pekerja memprotes perluasan kuncian di India dan dampaknya pada para imigran. Dalam rekaman video seperti ditampilkan di laman indianexpress.com, kerumunan orang terlihat melarikan diri ketika polisi memukuli para pekerja dengan tongkat untuk membubarkan kelompok massa ini.

Sementara itu, dalam pidatonya, PM Modi mengatakan kepada seluruh warganya untuk melihat lockdown dari sudut pandang berbeda. “Saudara semua, mengingat semua saran, telah diputuskan bahwa penguncian di India akan diperpanjang hingga 3 Mei. Jika Anda melihatnya dari sudut pandang ekonomi, itu mungkin terlihat sangat mahal. Kami telah membayar harga yang besar tetapi tidak seberapa jika dibandingkan dengan kehidupan warga India,” sebut Modi.

“Saudara semua, mulai 20 April pelonggaran pembatasan di berbagai sektor sedang dilakukan, ingatlah mata pencaharian saudara-saudari kita yang miskin. Dari pengalaman beberapa hari terakhir, jelas bahwa jalan yang kami ambil adalah yang tepat bagi kita dalam situasi saat ini,” tuturnya.

“Hingga 20 April, setiap kantor polisi, setiap distrik, masing-masing negara bagian akan dimonitor secara ketat untuk melihat apakah penguncian itu diikuti dan apakah daerah itu telah menyelamatkan diri dari virus,” katanya.(sam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here