Sosialisasi PSBB, Pengurus RW 01 Pamulang Barat Datangi Rumah Warga

Tim gugus tugas RW membagikan selebaran soal PSBB kepada warga.

METROTANGSEL.COM, Pamulang – Tidak semua warga paham apa itu PSBB. Karenanya, pengurua RW 01 Pamulang Barat, Pamulang, Kota Tangsel melakukan sosialisasi dengan cara membagikan selebaran ke semua warga dari rumah ke rumah.
Kegiatan itu mereka lakukan sehari menjelang berlakunya PSBB di Kota Tangsel. Tim Siaga Gugus Tugas Tingkat RW maupun Tingkat RT, mereka terlihat semangat bergotong royong.

Dalam sosialisasi, cara yang dilakukan oleh beberapa wilayah RW memang berbeda, tetapi tujuan mereka adalah sama visinya pun sama, yaitu memutus mata rantai penyebaran covid 19.

Ketua RW 01 Ngadi, mengatakan, wabah covid-19 ini telah sama sama diketahui betaba besar bahayanya. “Jadi tidak boleh kita remehkan, karena sudah menjadi perhatian dunia. Termasuk di Indonesia khususnya Tangerang Selatan. Masalah besar ini harus secara bersama-sama kita hadapi dan kita selesaikan,” imbuhnya.

Lanjur Ngadi, Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat. Sebaliknya, masyarakat pun tidak akan mampu berjuang sendirian tanpa perhatian pemerintah. “Untuk itu, kita memang harus bahu membahu, saling membantu, bergotong royong, bekerja sesuai kapasitas dan perannya masing-masing dalam melawan covid 19 ini,” tegasnya.

“Saya sangat berterima kasih kepada teman-teman Tim Siaga Gugus Tugas tingkat RW & RT yang selama ini terus melakukan langkah pencegahan.Termasuk mulai penyemprotan disinfektan secara swadaya, mengurus kebutuhan ODP selama isolasi mandiri sampai sosialisasi menjelang PSBB diberlakukan. Terima kasih juga saya sampaikan kepada Pak Camat Pamulang, Pak Kapolsek Pamulang, Kepala Puskesmas Pamulang, pak Lurah Pamulang Barat dan semua jajarannya yang telah memberikan perhatian,” tuturnya.

Ketua RW 01 Pamulang Barat, Ngadi (tiga dari kanan) bersama pengurus RT saat sosialisasi PSBB ke rumah-rumah warga.

Sementara itu Muntazar, Ketua RT 04/01 dan beberapa Ketua RT lainnya sependapat. “Apa yang bisa kita bantu ya mari kita lakukan,” tambahnya.

Mereka memang terlihat semangat ikut membantu dan terus bekerja demi kesehatan dan keselamatan warganya. Terkait PSBB, menurut Ngadi, istilah ini masih asing terdengar di telinga sebagian warganya.

Ini bukan karantina wilayah, bukan juga lock down. Isi dari PSBB sebenarnya sudah dilakukan sebelum PP No 21 Tahun 2020 ini dikeluarkan oleh Presidan. “Oleh karena itu, agar warga kami lebih faham, kami berupaya menjelaskan apa itu PSBB, apa yang boleh dilakukan dan apa yang harus ditunda selama PSBB ini berlangsung,” terangnya.

“Kebijakan ini diterapkan di lingkungan juga harus mempertimbangkan pemenuhan kebutuhan warga kami.
Kalau masyarakat disiplin dan mau mengikuti anjuran pemerintah, insya Allah kita akan segera keluar dari kesulitan dan musibah besar ini.
Ketika kondisi sudah aman, maka kita semua bisa kembali bekerja, beribadah dan beraktifitas dengan tenang,” imbuhnya dengan penuh harap.(sam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here