Bantah Tudingan, BKPP Tangsel Sebut Penunjukan Plh Sekda Sesuai Ketentuan

Apendi Kepala BKKP Tangsel

METROTANGSEL.COM, Serpong – Beberapa waktu silam Ketua Badan Musyawarah (Bamus) Kota Tangerang Selatan, Julham Firdaus menuding penunjukan langsung Bambang Noertjahjo alias Bambang Apoel, oleh Walikota Tangsel Airin Rachmy Diany, sebagai Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah lantaran kedekatan anak buahnya tersebut dengan sang suami, Tubagus Chaeri Wardana.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Tangsel Apendi mengatakan bahwa penunjukan Bambang Apoel sebagai Sekda merupakan kewenangan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

“Sekda Muhamad mengundurkan diri tanggal 5 Agustus, otomatis ada kekosongan dan untuk sementara ini ditunjuk oleh ibu Airin Bambang Apoel. Penunjukan itu kewenangan PPK, dan itu boleh siapa saja, Kita sedang mengusulkan ke Gubernur Pejabatnya (PJ) nanti gitu,” ujar Apendi, saat dihubungi melalui sambungan seluler Jum’at (14/8/2020).

Dikatakan Apendi, penunjukan Bambang Apoel pun sudah memenuhi syarat dan tidak ada yang dilanggar. Ia pun dengan tegas menampik tudingan Julham Firdaus.

“Oww tidak, tidak ada, tidak ada, tidak ada itu (tidak sesuai) yang penting kita sesuai dengan hasil pemilihan pimpinan kan golongannya sudah memenuhi syarat. Semuanya sesuai dengan aturan dan tidak ada hubungannya dengan yang disebutkan, beliau insyaAllah bisa melaksanakan tugas dengan baik,” bebernya.

Ketika disinggung soal kapasitas, Apendi menegaskan bahwa, Bambang Apoel sudah cukup mumpuni dibidangnya bahkan track recordnya sudah jelas, sebagai Kepala Dinas dan Alumni Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN).

“Kalau bekerja, siapapun bisa bekerja. Apalagi beliau sudah kepala dinas bisa saja, Sekda kan tugasnya bagaimana metode perencanaan, kepegawaian, bagaimana manage keuangan beliau sudah mumpuni di situ. Apalagi kalau tidak salah beliau dari STAN, sudah menguasai, dan dalam aturan kepegawaian sudah memenuhi syarat,” pungkasnya.

Sementara itu Sukarya dari Tim Benyamin-Pilar menyatakan tidak mengetahui tuduhan Julham itu. Sepengetahuan dirinya Muhammad mundur karena mau maju di pilkada dan kedudukannya harus diisi pelaksana harian.

Mengenai siapa yang ditunjuk itu sudah ada aturan yang berlaku. Sukarya mengajak semua pihak baik penyelenggara pemilu, pemerintah, partai politik, masyarakat sipil maupun dunia bisnis untuk menyukseskan pilkada Tangsel.

“Mari kita jaga agar pilkada berlangsung kondusif, luber jurdil dan memberi manfaat bagi Tangsel. Karena Tangsel ini adalah rumah kita bersama. Kita jaga bersama, kita majukan bersama. Jangan tuduh-tuduhan gak jelas begitu, kalau memang melihat ada pelanggaran, ya tempuh saja mekanismenya. Ini negara sudah lengkap tata laksananya, jadi jangan hanya beropini,” ujarnya. (rky)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here