Astaga…Kota Tangsel Kembali Masuk Zona Merah Covid-19  

Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany.

METROTANGSEL.COM, Ciputat– Penyebaran kasus Covid-19 di Kota Tangsel saban hari rupanya kian meningkat. Lihat saja, kota termuda di Provinsi Banten kini harus kembali nyemplung zona merah setelah sebelumnya berada di zona orange. Kondisi ini tidak terlepas dari meningkatnya kasus positif maupun angka kematian akibat virus tersebut.

Berdasarkan update kasus harian yang diunggah di laman website https://lawancovid19.tangerangselatankota.go.id/, angka positif Covid-19 di Tangsel per 1 Desember ini terdapat penambahan 34 kasus dengan total 2872.

Sedangkan angka kesembuhan bertambah 18 menjadi 2408. Sedangkan, pasien dirawat ada kenaikan 15 dengan total 346. Sementara angka pasien meninggal karena Covid-19 terdapat penambahan satu kasus. Totalnya kini mencapai 118 orang meninggal.

Terkait peningkatan kasus ini, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany mengatakan, kota yang dipimpinnya kembali menjadi zona merah Covid-19, lantaran bertambahnya angka positif dan kematian karena Covid-19.

“Tadi saya tanya kenapa Tangsel jadi zona merah, karena ada penambahan positif dan kematian. Ini yang sedang kita lakukan tracing dan tracking. Penambahan positif ini karena apa dan dimana. Oleh karena itu, kita sedang dorong dan kita usahakan, dengan diasistensi dari pemerintah pusat untuk melakukan isolasi mandiri berkualitas,” terang Airin di Balaikota Tangsel, kemarin.

Untuk mencegah terlambatnya penderita Covid-19 datang ke rumah sakit, orang nomor satu di Tangsel ini akan mendorong seluruh satuan gugus tugas Covid-19 agar berjalan dengan maksimal.

“Iya makanya kita dorong, satgas kita dorong, puskesmas kita dorong, kesadaran masyarakat kita dorong, disamping kita siapkan bagaimana kesiapan dari ICU, juga ruang rawat inap,” tegasnya.

Setelah sebelumnya masuk kategori orange, menurutnya angka kepatuhan Covid-19 di Tangsel masih tetap sama. Namun begitu, menurut Airin perlu adanya peningkatan lebih bagi masyarakat Tangsel.

“Sejauh ini kepatuhan masih tetap sama. Nah ini yang tadi saya tanya ke Dinas Kesehatan, trackingnya sebetulnya mereka kena dari mana, yang pasti adalah transmisi lokal. Jadi yang paling penting dari pengalaman, disiplin protokol Kesehatan, pakai masker, jaga jarak, cuci tangan,” ungkap Airin. (rky)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here