Rajin Blusukan, Ben-Pilar Rela Pulang Larut Malam Demi Bertemu Warga  

Benyamin Davnie (berdiri) saat berdialog langsung dengan warga.

METROTANGSEL.COM, Serpong – Hari pencoblosan Pilkada Kota Tangerang Selatan sudah di depan mata. Memanfaatkan waktu yang semakin dekat ini, pasangan calon Walikota-Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan pun menggenjot blusukan ke lingkungan warga. Bahkan pasangan nomor urut 03 rela pulang larut malam demi memenuhi undangan seluruh undangan warga.

Menurut Benyamin Davnie, ia dan calon wakilnya Pilar Saga dalam sehari bisa melakukan blusukan ke 15 titik lokasi. Imbasnya, untuk menghadiri semua undangan ini, kata Bang Ben-demikian sapaan karib Benyamin Davnie, tak jarang harus pulang hingga jam 12 malam.

“Kami terus turun ke masyarakat memenuhi undangan-undangan dari masyarakat untuk hadir dan kampanye. Umumnya, kelompok masyarakat yang hadir tidak lebih dari 50 orang, karena harus menyesuaikan dengan aturan protokol kesehatan yang ada,” kata Bang Ben, kepada penapolitika.com, Rabu (2/112/020).

Lanjut sosok pria yang sudah hampir sepuluh tahun menjadi wakil walikota mendampingi Airin Rachmi Diany itu, dikatakan kampanye, karena setiap pertemuan dengan warga dilaporkan ke pihak Polres Tangsel.

“Kami tembuskan ke KPU dan Bawaslu. Jadi kami di situ berkampanye, saya di kecamatan mana, Bang Pilar di kecamatan yang lain, selalu kami begit. Dan tujuh kecamatan akan kami selesaikan mudah-mudahan dalam waktu yang sampai batas kampanye,” lanjutnya.

Sementara itu, Pilar Saga Ichsan atau akrab disapa Bang Pilar mengaku dirinya kerap berbagi lokasi blusukan dengan pasangannya itu. Meski terhitung sebagai sosok calon milenial, Pilar mengaku kerap mendatangi warga yang yang berstatus lanjut usia (lansia).

“Kadang Pak Ben bertemu dengan anak muda, saya kadang dengan para orangtua, sebenarnya sama saja. Kalau bagi tugas sih tidak terlalu mengarah, karena pada kenyataannya Pak Ben bisa diterima oleh masyarakat milenial. Saya pun bisa diterima oleh para orang tua,” jelasnya.

Pilar menjelaskan tidak adanya pembagian tak tertentu saat meyambangi wilayah warga dikarenakan kedua calon yang kerap diterima oleh setiap kalangan usia.

Kendati jarang melangsungkan kegiatan blusukan secara bersama-sama, Pilar mengaku mereka selalu menyampaikan program yang sama kepada masyarakat Kota Tangsel.

“Jadi sebenarnya gagasan kami ini sebenarnya satu, jadi Pak ben bisa menceritakan gagasan tentang milenial, saya pun bisa menceritakan gagasan lainnya tentang pembangunan. Jadi kami karena sudah kompak dan membawa gagasan yang sama kepada masyarakat, saya rasa kami bisa diterima oleh berbagai macam kalangan, elemen, organisasi dan sebagainya,” pungkasnya. (rky)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here