Falih, Balita Penderita Hydrosefalus Pernah Ditolak Pihak Puskesmas

METROTANGSEL.COM, Setu-Muhammad Falih Akmar, bayi usia satu tahun tiga bulan yang mengidap hydrosefalus

hanya dirawat di rumahnya di Jalan Kelapa Dua RT 005, RW 003, Kelurahan Babakan, Kecamatan Setu, Kota Tangsel.

Keluarga Falih mengaku mendapat penolakan dari pihak Puskesmas saat anaknya dibawa ke Puskesmas Bhakti Jaya.

Ibunda Falih, Supriyani (22) menceritakan, saat itu, sepanjang hari Falih kerap menangis tanpa diketahui penyebabnya.

Melihat kondisi itu Yani dan Septian pun panik. Namun ironisnya saat dibawa ke Puskesmas Bakti Jaya, Falih justru ditolak.

Padahal, saat itu kondisi Falih sangat mengkhawatirkan. Sampai sekujur tubuhnya sudah kejang dan membiru. 

“Aku ke Puskesmas malah enggak diterima. Dia kejang, awalnya kalau dari pihak Puskesmas bilang ada apa-apa bawa aja.

Dia kejang aku bawa ke sana, malah enggak diterima. Katanya takut, ngeri, enggak nerima pasien hydrocephalus.

Langsung aku bawa ke RSU Tangsel. Padahal kan butuh penanganan,” ungkapnya. 

Ketika dibawa ke RS dia dimarahi oleh petugas medis karena kondisi anaknaya sudah membiru dan badannya dingin.

“Saat sampai RSU malah saya diomelin. Dibilang kenapa enggak ke Puskesmas dulu anak udah kaya gini. Padahal di Puskesmas ditolak,” sambungnya. 

Beruntung, sesampainya di RSU Tangsel Falih segera ditangani, dan membaik. 

Saat ini, atas penyakit yang dideritanya, Falih yang sudah berusia 13 bulan itu belum menunjukkan perkembangan seperti bayi seusianya. 

Kepala Falih kian membesar, sedangkan tubuhnya justru memiliki ukuran kecil.

Dia khawatir jika sewaktu-waktu kondisi kesehatan anaknya itu menurun.

Seperti yang pernah terjadi saat selang yang terpasang pada tubuh Falih tidak bergungsi. (AMD/ASN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here