Diam-Diam Beroperasi Saat Pandemi, Lunatic Massage BSD Digrebek Satpol PP

METROTANGSEL.COM, SerpongLunatic Massage BSD digerebek Satpol PP Kota Tangsel karena didapati membuka prakteknya secara sembunyi – sembunyi

saat pemerintah menerapkan  kebijakan pembatasan sosial PPKM berskala mikro di masa pandemi covid-19.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bakal memanggil pengelola Lunatic Massage terkait masalah tersebut.

Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP Tangerang Selatan, Herman kepada wartawan menyampaikan,

pihaknya berencana memanggil pengelola Lunatic Massage yang berlokasi di Ruko Imperial Walk, Jalan Jalur Sutera, Pakualam, Serpong Utara.

Saat penggerebekan tempat itu beberapa waktu lalu ada 8 terapis yang diamankan.

Mereka saat diamankan sedang memakai pakaian minim.

“Saat itu langsung kita suruh ganti dan kita periksa dikantor.

Sempat kita bawa ke Pasar Rebo, karena penuh kita pulangkan.

Pengelola akan kita panggil besok Senin,” terang Herman.‎

Lunatic Massage telah beroperasi sekira dua tahun.

Namun pihaknya baru mendapat info adanya praktik dugaan prostitusi itu belakangan ini.

Pemanggilan terhadap pengelola pun baru dijadwalkan Senin 22 Februari 2021 pekan depan.

“Hari ini kita siapkan surat pemanggilan, jadwalnya senin depan.

Sanksinya itu kalau kedapatan memang membuka usaha prostitusi atau asusila maka bisa kita rekomendasikan untuk dicabut izinnya,” ucapnya.

Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Tangsel, Heru Agus Santoso, menyebut pihaknya belum mengetahui soal adanya razia atas tempat hiburan Lunatic

Massage oleh Satpol PP Tangsel. Namun jika memang ada pelanggaran, maka sanksi akan dikeluarkan setelah digelar rapat bersama.

“Kita belum tahu ya ada razia di sana, justru kita baru tahu ini dari wartawan.

Tapi nanti kita cek dulu ya. Kalau masalah sanksi, itu tergantung ya karena sifatnya normatif.

Jadi nanti diputuskan bersama Satpol PP, DPMPTSP (Perizinan) juga,” katanya terpisah.

Menurut Heru, ada jenjang yang harus dilalui sebelum jenis usaha itu benar-benar dicabut izin usahanya.

Misalnya, kata dia, melalui teguran 1, 2 dan 3. Diungkapkannya, selama pandemi ini telah ada beberapa usaha hiburan yang ditegur karena nekat terus beroperasi. (AMD/ASN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here