Bank Sampah, Solusi Penanganan Sampah

METROTANGSEL.COM, Setu – Bank sampah punya kontribusi penting sebagai solusi penanganan persoalan sampah di masyarakat.

Ya, bank sampah punya peran vital untuk mengurangi sampah.

Terutama, sampah rumah tangga yang meliputi sampah organik dan dan anorganik seperti sampah plastik. Nah, keberadaan bank sampah di Kota Tangsel terus tumbuh.

Saat ini tercatat, ada 313 unit bank sampah yang tersebar di tujuh wilayah kecamatan.

Dari data yang didapat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota

Tangsel, sepanjang tahun 2020, sampah yang terolah mencapai 516,1 ton sampah (rincian lengkapnya lihat tabel-red).

Sementara jumlah sampah anorganik yang diolah dari tahun 2013–2020 sebanyak 2.816 ton.    

“Jika dikonversikan dengan uang, jumlah perputaran uangnya mencapai sekitar Rp3,8 Miliar,” kata Toto Sudarto, Kepala Dinas

Lingkungan Hidup Kota Tangsel di ruang kerjanya, Rabu (31/3).

Dijelaskan Toto, Pemkot Tangsel terus mengupayakan mengurangi

sampah dari sumbernya. Salah satunya melalui bank sampah.

Pendirian bank sampah, lanjut pria asli Kota Tangsel ini, bertujuan untuk

menyadarkan masyarakat akan pentingnya lingkungan yang sehat, rapi dan bersih. 

“Selain meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap persoalan

sampah, pendirian bank sampah untuk mengubah sampah menjadi sesuatu barang yang mempunyai nilai ekonomis.

Misalnya kerajinan tas serta pupuk organik,” tutur pria humoris ini.

Dijelaskan Toto, masyarakat yang akan mendirikan bank sampah, caranya sangat mudah. Tinggal menghubungi DLH.

Selanjutnya akan diberikan fasilitas sarana dan prasarana. Di antaranya; timbangan, tiang gawang, komposter dan buku tabungan sampah serta spanduk.

“Kita (Dinas Lingkungan Hidup-red) juga menyediakan pendampingan melalui tenaga pendamping bank sampah.

Mulai dari manajemen bank sampah, sampai melatih pemilahan sampah,” pungkas Toto.

Ketua Bank Sampah Go Clean Tangsel Siti Rodiah mengakui adanya manfaat dengan keberadaan bank sampah.

Sebelum ada bank sampah, warga Serua Indah, Ciputat ini mengaku lingkungan tempat tinggalnya kotor.

Sampah ada dimana-mana. Lalu, sejumlah got banyak yang mampet.

Diakuinya, awal mendirikan bank sampah di lingkungan tempat tinggalnya, menimbulkan pro dan kontra dari para tetangganya.

Namun, dengan kesabaran dan kegigihannya ditambah sosialisasi dan bimbingan dari DLH Kota Tangsel, alhamdulillah masyarakat bisa menerima. 

“Setelah dijalani, ke sini-sininya warga pada nerima. Ternyata banyak manfaatnya. Dari sampah anorganik saja, bisa dibuang ke bank sampah.

Lalu, dari sampah organik bisa diolah jadi pupuk cair. Kita (Bank Sampah Go Clean-red) mendapat piagam penghargaan sebagai Bank Sampah Prestasi dari DLH Kota Tangsel,” kata Siti Rodiah.

Bahkan, oleh Ibu April anggota bank sampah Go Clean, sampah plastik bungkus kopi berhasil “disulap” jadi tas yang modis.

Modelnya, tak kalah ciamik dengan tas-tas yang dijual di pasaran.

“Kuncinya, kreatif dan telaten. Kita bisa membantu mendapat tambahan uang untuk keluarga.

Kita bisa menghasilkan barang yang punya nilai ekonomis meski dari bahan daur ulang,” tutup April. (adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here